Aku tidak menyalahkanmu ketika engkau tertatih untuk berusaha lari, sungguh.. aku tidak menyalahkanmu, karna itu proses pendewasaanmu
Namun... itu semua di luar kemampuanku.
Posted by Michael Khafidz at 10:20 AM 0 comments
Posted by Michael Khafidz at 2:19 AM 0 comments
Posted by Michael Khafidz at 12:28 PM 0 comments
Posted by Michael Khafidz at 12:25 PM 0 comments
Posted by Michael Khafidz at 3:36 PM 0 comments
Posted by Michael Khafidz at 6:09 PM 0 comments
Posted by Michael Khafidz at 6:58 PM 0 comments
Diam dan terdiam
Didiamkan dan terdiam
Kediaman dan…
Sunyiku
Jalanku mentok !
Mundurpun mentok !
Loncat, mentok !
Diampum pun mentok !
Lalu…!?
Fikir !
Ambil tindakan !
panjat !
KuKaTakU
July 3rd, 2006
Posted by Michael Khafidz at 2:56 AM 0 comments
Tanpa daya tertasih asih
Noktah samar terbit berbinar
Pundi kata untukmu hati
Teruknya asa menggapai cita
Posted by Michael Khafidz at 1:08 AM 0 comments
lirih hati
duhai si mimpi
mipi hilang
jauh terbentang
kutanya hati
merangkak lari
lari ke jurang
tak kunjung datang
wahai si malang
untungku pulang
rizki terpatri
kutakkan pergi
hatiku datang
telah berpulang
membawa mimpi
yang tak terganti
Posted by Michael Khafidz at 2:33 AM 0 comments
di diam yang terbingkis lugu
kutapaki hari yang berliku sendu
lantas, kenapa air terbendung di pesisir rona!?
kala penceklik memusim
masapun tak pandai kupandang
guratnya terasa berliku semu
mungkinkah ku pulung kembali serpihan asaku dulu!?
senyum ku pita bermata tiga
untuk mengikat sejuta rana
Musim Penceklik Cairo
November 7th, 2007
Posted by Michael Khafidz at 11:13 PM 0 comments
dalam tangan sunyi
jam dinding masih bermimpi
di luar siang menguap jadi malam
tiba-tiba musim mengeristal rindu dendam
dalam detik-detik, dalam genggaman usia
mengombak suaramu jauh bergema
menggigilkan jemari, hati pada kenangan
bayang-bayang mengusut jejakmu, mendera kikinian
seberkas cahaya dari menara waktu
menembus tapisan untung malang nasibku
di laut tiba-tiba angin, lalu gerimis berderai
dalam gaung kumandang bait demi bait puisi
Posted by Michael Khafidz at 7:42 AM 0 comments

This is my first graphic artwork, do you believe that I work on it than seven hours!? damn...it's true, even i do not quite satisfied enough with it :D :-p. But for the next one, I'll put more effort and creativity for a better result.
*Hope your support and critic
Posted by Michael Khafidz at 4:31 AM 0 comments
Semburat merah cakrawala, menyisir plataran bumi serta dedaunan petang hari yang beranjak senja. Ketika hari dan surya makin terpojok oleh malam serta bulannya, Engkau menunjukan tanda-tanda keagungan singasanMu yang Maha. Andai berkenan, ku kutip beberapa alunan puisimu yang terlantun indah,
“Dia menciptakan langit dan bumi”…”Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam serta menundukkan matahari dan bulan” …”Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.
Halus dan kasar, keras dan lembut, panjang dan pendek, kecil dan besar, jauh dan dekat, tebal dan pipih, senang dan sedih, dingin dan panas, lapang dan sempit, gelap dan terang, siang dan malam, hitam dan putih, baik dan buruk, tua dan muda, hidup dan mati, dan akhirnya, Pria dan Wanita.
“dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan”… “..segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”
Sewaktu pilu dalam rinduku mengetuk, sempat kutulis setinta kata dalam benakku. Wahai engkau yang berwajah ayu, kumohon bingkai piluku dengan katamu, rangkul aku dengan senyummu. namun, biarkan aku terlelap dalam cintaNya.
Duhai perempuan, tutup rapatlah mataku dengan diammu
Aku amat takut jika bayangmu jatuh ke hati lewat mataku
Aku amat takut jika manis kasihmu mengalahkan manis cintaNya
Aku amat takut jika…
Duhai perempuan
Jangan bunuh rasa yakinku dengan keanggunanmu
Posted by Michael Khafidz at 2:49 AM 0 comments
Bingkai emas berlapis tulis
Meletakkan bungkam hati di belahan tibet
Meluruh ratakan desiran ombak pantai jauh
Merasakan dambaan diri nun digambar
Bentak gagak sepeninggalannya
Merasakan syahdunya malam berhias bintang
Busur pengembara patah dua
Mengembalikan hangatnya peperangan yang terkenang
Ungkit hati begitu sakit teraba
Murka hati terhadapnya
Tertelengkup di kediaman
Membentang antara hijau dan biru
*Kairo January 3rd, 2009
Posted by Michael Khafidz at 12:32 AM 0 comments